Di jaman dahulu, sistem administrator secara tradisional hanya memiliki satu server fisik dan hanya digunakan untuk satu tujuan saja. Sementara virtualisasi menawarkan kemudahan untuk meng-host beberapa server pada satu server fisik. Setiap server dapat memiliki tujuan mereka sendiri dan sistem operasi yang berbeda satu sama lain.
Hal ini dapat membantu mengimprovisasi tingkat fleksibilitas yang tersedia pada administrator sistem dalam hal pemilihan konfigurasi software yang dapat mereka jalankan. Selain itu, ini juga dapat memberikan keuntungan yang signifikan dalam hal skalabilitas dari daya pemrosesan (processing power), RAM, dan disk space dengan biaya yang lebih rendah daripada menggunakan hardware fisik tradisional.
⤅ Maka akan muncul pop up seperti berikut, klik add features.
⤅ Jika muncul pesan error seperti berikut, Langsung klik OK saja. Pesan itu memberitahukan bahwa processor tidak sesuai dengan yang direkomendasikan sebagai virtualisasi. Karena untuk menjalankan vps butuh processor khusus yang recommend terhadap virtualisasi.
⤅ Buka windows "Windows PowerShell ISE" untuk mengginstall Hyper-V melalui command prompt (cmd).
⤅ Setelah masuk ke powershell, langkah awal yang dilakukan masukkan script berikut : Enable-WindowsOptionalFeature -Online -FeatureName Microsoft-Hyper-V -All -NoRestart. Perintah tersebut untuk mengaktifkan fitur hyper-v. Tekan enter dan tunggu proses loading sampai selesai.
⤅ Script kedua untuk menginstall fitur RSAT (Remote Server Administration Tools) hyper-v.
Install-WindowsFeature RSAT-Hyper-V-Tools -IncludeAllSubFeature, lalu enter.
⤅ Script yang ketiga yaitu : Install-WindowsFeature RSAT-Clustering -IncludeAllSubFeature. Perintah ini untuk menjelaskan instalasi fitur RSAT clustering pada server.
⤅ kemudian kita install fitur Multipath-IO Install-WindowsFeature Multipath-IO .
⤅ Script kelima adalah merestart komputer.
Restart-Computer, lalu enter.
⤅ Buka kembali server manager kemudian lihat pada server roles. Pastikan fitur Hyper-V sudah tercentang atau sudah instaled.
⤅ Bisa dilihat di tampilan server manager bahwa fitur hyper-v sudah aktif , dari sini kita mulai proses instalasi, mula mula masuk kedalam menu Hyper V di server pada menu Tools.
⤅ Setelah itu kita akan masuk pada menu Hyper V , kemudian akan muncul tampilan dari Hyper-v. Sebelum membuat Virtual Machine, kita harus terlebih dahulu membuat Virtual Switch yang berfungsi sebagai interface yang menghubungkan antar satu VM dengan VM yang lain, host (OS asli), dan internet.
⤅ Kemudian dalam pembuatan virtual switch ada 3 pilihan, yaitu external, internal, dan private.
Eksternal : virtual machine dapat berkomunikasi dengan jaringan luar (internet) karena terikat dengan network adapter fisik yang terdapat pada host.
Internal : virtual switch ini menyediakan akses komunikasi antara virtual machine dengan host machine (laptop / PC / server fisik kita). Bisa juga digunakan untuk akses internet dengan cara nge-share network adapter yang memiliki akses internet ke virtual switch internalnya.
Private : virtual switch ini hanya menyediakan akses komunikasi antar virtual machine. Tidak memiliki akses ke host ataupun jaringan internet.
⤅ Kita buat VM switch external lalu pilih koneksinya menggunakan wireless atau LAN, lebih baik membuat dua Eksternal dan Internal karna untuk menginstal Router OSnya.
⤅ Setelah itu akan ada notifikasi. Pada notifikasi ini kita cukup klik Yes saja.
⤅ Buka network connections kemudian cek interface virtual switch maka ip yang terdapat pada interface local (ethernet) akan hilang dan pindah ke interface virtual switch.
⤅ Create virtual switch telah selesai selanjutnya membuat VM pada hyper-v.
⤅ Kemudian sebelum installasi "VM" ada 2 pilihan yaitu membuat VM dengan kondisi "standar" dengan mengklik "Finish" dan VM dengan custom atau konfigurasi lebih lanjut dengan mengklik "Next".
⤅ Setelah itu masukkan nama untuk virtual tersebut. Dan juga tempat untuk menaruh filenya.
⤅ Pada bagian specify Generation pilih generasi virtual yang sesuai dengan setting biosnya.
> Generation 1 : Untuk hardware yang memiliki UEFI dengan support 32 bit
> Generation 2 : Untuk hardware yang memiliki UEFI dengan support 62 bit
Kemudian langsung klik next untuk melanjutkan pembuatan VM.
⤅ Masukkan besarnya RAM yang ingin anda gunakan, saya menyarankan untuk tidak terlalu besarkarena itu bisa membebankan device fisik nya 1GB/1024MB saja sudah cukup.
⤅ Kemudian kita pilih network adapter, disini kita menggunakan Virtual Switch yang sebelumnya sudah dibuat.
⤅ Setelah itu hubungkan dengan hard disk. dan tentukan banyaknya utk ROM. Setelah itu klik Next.
⤅ Setelah pilih ISO untuk pada Virtual Switch Machine tersebut. Setelah itu klik Next saja, di sini sesuai apa yang anda install dan masukkan lah ISO nya.
✦ Windows Server 2016
✦ Debian-9.
✦ Ubuntu.
✦ Router OS / chr-6.45.3
⤅ Kemudian muncul deskripsi tentang VM yang baru di konfigurasi, disini kita bisa memeriksa dulu apakah sudah sesuai, jika sudah klik "Finish" untuk membuat VM.
⤅ Kemudian klik tombol start untuk menyalakan VM.
⤅ Kemudian jika status sudah running dan pada monitor ada tulisan Hyper-V, maka VM sudah dapat digunakan, lalu kita tinggal installasi OS yang kita pilih.
⤅ Kemudian akan muncul tampilan awal installasi OS, Windows Server 2016.
⤅ Tampilan awal Debian.
⤅ Tampilan awal Router OS.
⤅ Tampilan awal ubuntu.
⤅ Proses install Windows Server 2016, Debian-9, Router OS, dan ubuntu sudah selesai. Pastikan sudah running pada bagian state seperti gambar berikut.
EXPORT AND IMPORT
➲ Pertama kita buka Hyper-V, lalu klik kanan > Export pada VM yang ingin di backup.
➲ Tentukan lokasi penyimpanannya sesuai keinginan anda dengan meng-klik browse. Jika sudah klik export.
➲ Maka backupan akan tersimpan di lokasi yang sudah diarahkan tadi.
➲ Pada menu awal Hyper-V pilih tab Import Virtual Machine.
➲ Kemudian masukan letak dimana file backup dari VM yang disimpan.
➲ Pada select virtual machine langsung next saja.
➲ Pada bagian choose import type pilih copy the virutal machine yang artinya kita ingin mengcopy ke dalam virtual machine. Kemudian next.
➲ Untuk Choose Destination kita biarkan default saja.
➲ Kemudian kita tentukan lokasi dimana kita akan menyimpan virtual hardisk untuk VM yang diimport ini.
➲ Pada bagian summary klik finish.
➲ Kemudian kita cek ke Hyper-V, sekarang kita punya 2 Debian, dan yang diimport berhasil running.
➧ Konfigurasi DHCP Client : Tujuannya adalah untuk mendapatkan ip dari router fisik sehingga bisa terkoneksi ke internet. Arahkan interfacenya ke ether 1. Bisa juga dengan cara static dengan memasukkan ip yang satu jaringan dengan jaringan ditempat anda.
➧ Konfigurasi Firewall NAT : Dengan settingan (chain:srcnat), (Out interfaces:ether1) dan (action:masquarade).
➧ Konfigurasi IP address : Masukkan ip address untuk ether2 yang nantinya dijadikan gateway untuk VM lain yang sudah dijalankan.
Konfigurasi DHCP Server : Klik DHCP Setup kemudian arahkan interface ke ether2. Tujuannya adalah untuk menyebarkan ip ke server yang sudah dijalankan.
★ Pastikan router Mikrotik yang ada didalam VPS dapat ping ke gateway router fisik dan ping ke google.
Setting ip DHCP pada semua VM. Cek ip addressnya, pastikan ipnya dapat dari Router VM yang sudah dikonfigurasi tadi. Kemudian ping ke google.
★ Windows Server 2016.
★ Debian 9.
★ Router OS..
★ Ubuntu.
Thanks for reading.....
semoga bermanfaat buat yang membaca.


Agustus 21, 2019
Agung.prnm_






















































