About

Blogger templates

Senin, 27 Mei 2019

Maengkonfigurasi Domain Name System (DNS) Server pada VirtualBox

Assalammualaikum............

Di blog saya yang ini, saya akan memberitahu tutorial cara mengkonfigurasi Domain Name System (DNS) Simak dibawah ini.......⤋⤋⤋






Domain Name System (DNS)
Suatu host pada jaringan Transmission Control Protocol/Internet Protocol (TCP/IP) harus memiliki alamat IP agar dapat diakses. Alamat IP yang digunakan sekarang (IP versi 4) dibentuk dalam format angka long integer 32-bit yang dikelompokkan menjadi empat kelompok (untuk setiap kelompoknya masing-masing terdiri dari 8 bit). Bila dalam suatu jaringan TCP/IP memiliki banyak sekali host, maka tidak mudah bagi manusia untuk mengingat alamat-alamat IP yang ada (tentu saja bagi komputer hal ini bukan menjadi masalah). Karena itulah alamat-alamat IP tersebut perlu dipetakan menjadi nama yang dapat diingat manusia secara mudah dengan menggunakan DNS. Misalnya seperti IP Address 222.124.194.11 yang dipetakan menjadi www. unsri.ac.id sehingga lebih mudah diingat.


Beberapa kelompok penting dari data yang disimpan di dalam DNS adalah sebagai beriku

  • A record atau catatan alamat memetakan sebuah nama host ke alamat IP 32-bit biasanya digunakan untuk IPv4.

  • AAAA record atau catatan alamat IPv6 memetakan sebuah nama host ke alamat IP 128-bit biasa digunakan untuk IPv6.

  • CNAME record atau catatan nama kanonik membuat alias untuk nama domain. Domain yang di-alias-kan memiliki seluruh subdomain dan rekod DNS seperti aslinya.

  • [MX record]]’ atau catatan pertukaran surat memetakan sebuah nama domain ke dalam daftar mail exchange server untuk domain tersebut.

  • PTR record atau catatan penunjuk memetakan sebuah nama host ke nama kanonik untuk host tersebut. Pembuatan rekod PTR untuk sebuah nama host di dalam domainin-addr.arpa yang mewakili sebuah alamat IP menerapkan pencarian balik DNS atau rDNS (reverse DNS lookup) untuk alamat tersebut. Contohnya (saat penulisan / penerjemahan artikel ini), www.gemaroprek.com memiliki alamat IP 192.168.1.11, tetapi sebuah rekod PTR (Pointer record) memetakan 11.1.168.192.in-addr.arpa ke nama kanoniknya: referrals.gemaroprek.com.

  • NS record atau catatan server nama memetakan sebuah nama domain ke dalam satu daftar dari server DNS untuk domain tersebut. Pewakilan bergantung kepada NS record.

  • SOA record atau catatan otoritas awal (Start of Authority) mengacu server DNS yang mengediakan otorisasi informasi tentang sebuah domain Internet.

  • SRV record adalah catatan lokasi secara umum.

  • Catatan TXT mengijinkan administrator untuk memasukan data acak ke dalam catatan DNS; catatan ini juga digunakan di spesifikasi Sender Policy Framework atau lebih dikenal dengan SPF Records.




DNSSEC menggunakan cryptosystem asimetris. "Pemilik" informasi - biasanya server utama tempat zona yang akan diamankan berada - menandatangani setiap catatan individu menggunakan kunci privatnya. Klien DNS dapat memvalidasi tanda tangan ini dengan kunci publik pemilik, memverifikasi keaslian dan integritas. DNSSEC memerlukan ekstensi Diperpanjang DNS, dengan mana parameter tambahan dapat ditransmisikan dalam pesan DNS. Selanjutnya, EDNS menghapus pembatasan ukuran pesan DNS melalui UDP 512 byte. Untuk mentransfer kunci dan tanda tangan, diperlukan pesan DNS yang lebih panjang secara signifikan.
Versi asli DNSSEC, yang didefinisikan dalam RFC 2535 pada Maret 1999, terbukti tidak efektif dalam praktik karena manajemen kunci yang terlalu kompleks. Akibatnya, penyebaran DNSSEC tertunda selama beberapa tahun, sampai penyusunan ulang lengkap diterbitkan pada tahun 2005. Untuk menghilangkan ketidaksesuaian dengan perangkat lunak yang ada, jenis catatan sumber daya baru telah diperkenalkan (RRSIG menggantikan SIG, DNSKEY menggantikan KEY, NSEC menggantikan NXT). Pada Oktober 2005, untuk pertama kalinya, domain tingkat atas ditandatangani secara digital dengan domain Swedia .se. Sejak Mei 2011, DNSSEC juga tersedia untuk domain .de pada prinsipnya, setelah zona berjalan melalui pengenalan Catatan Sumber Daya NSEC3 pada Maret 2008 cukup sulit.
Pada 5 Mei 2010, DNSSEC diperkenalkan pada semua 13 server root; pada 15 Juli, kunci zona root dirilis dan DNS dapat divalidasi dari zona root. Sementara itu, 90% dari domain level teratas ditandatangani dengan DNSSEC dan ditandai sebagai ditandatangani di zona root. Beberapa tes DNSSEC masih tanpa entri di zona root. Penyebaran DNSSEC di tingkat domain sekarang 50% atau lebih untuk beberapa TLD. Rata-rata, sekitar 10% dari domain memvalidasi. [4] [5] [6] [7]




⓵ Langkah pertama pada menu server manager klik Add roles and features.


⓶ Pilih type instalasi dengan mengklik role based or feature-based installasion.Konfigurasikan satu server dengan menambahkan peran, layanan peran, dan fitur


⓷ Pas di bagian server selection cek IP address yang udah di daftarkan di network adapter, yaitu ip address yang di pakai pada server kilk next.


⓸ Disini pakai role yang ingin di pakain karna ingin mengkonfigurasi DNS adalah DNS server.  Klik DNS Server lalu klik next.


⓹ Pas pop up Add role and feature wizard muncul klik add feature, nah disitu akan ditambahkan administration tool tentang DNS server.


⓺ Pas bagian features, langsung klik next aja kaga perlu penambahan features lainnya.


⓻ DNS Server akan menyediakan standar metode untuk penamaan DNS server pada internet. DNS server ini memungkinkan user lebih mudah mengenali situs yang sudah ada dalam internet.


⓼ Konfirmasi role untuk service DNS Server, restart server tujuan secara otomatis jika diperlukan.


⓽ Pada gambar di bawah ini lah intalasi DNS Server nya,jika sudah selesai lalu close.


⓾ Langkah pertama, kalian masuk ke DNS nya, caranya klik Tools > DNS


⓫  Maka tampilan DNS yang telah di install dapat dilihat seperti gambar dibawah.
Jika ingin membuat DNS Server caranya pada bagian atas klik Action > Configure a DNS Server


⓬ Wizard membantu Anda mengkonfigurasi server DNS dengan membuat zona lookup maju dan mundur dan dengan menentukan petunjuk dan penerusan root, jika ingin melanjutkan klik next


⓭ Dan ada tiga metode konfigurasi DNS yaitu forward lookup zone, forward dan reverse lookup zone, dan root hint only, dan disini kita pilih forward lookup zone. 


⓮ Pilih This server maintains the zone untuk membuat server zone yang baru. Lalu Next saja.


⓯ Kemudian kalian pilih Create a new file, lalu isikan nama DNS yang sebelumnya sudah kalian buat, jika sudah langsung saja klik Next.


⓰ Selanjutnya kita create zone file sebagai copy dari DNS yang didaftarkan. Lalu klik Next saja.



⓱ Setelah itu, pada tampilan Dynamic Update, kalian pilih Do not allow dynamic updates, yang berfungsi agar update dilakukan secara manual/tidak otomatis.




⓲ Lalu kalian masukkan IP Address server kalian, Saran saya sesuai dengan IP PC kalian saja, Lalu klik OK.


 ⓳ Langkah berikutnya, jika sudah selesai maka langsung saja klik Finish.





Lalu Setelah itu kalian Klik kanan pada server seperti gambar pada posisi kiri gambar (rozi.net), Lalu pilih New Host (A or AAAA). Klik Lalu isi pada bagian bagiannya, isi parent domain www dan isi IP Address yang tadi saat membuat DNS Server di Wizard. Setelah itu Klik Add host dan Done.⓴ Tambahkan Reverse Zone untuk network yang akan didaftarkan nanti. Klik kanan pada Reverse lalu pilih New Zone.



㉑ Kemudian akan muncul tampilan Welcome to the New Zone Wizard, yang berarti mentranslasikan DNS tersebut sesuai dengan network yang terdapat pada server. Nah pada langkah ini kalian cukup klik Next saja.



㉒ Kita akan memilih type zonanya, Kita cukup pilih Primary zone. Klik Next saja.



㉓  Selanjutnya kalian pilih yang IPv4 untuk digunakan pada reverse lookup zone, lalu klik Next.



㉔ Masukkan Network ID yang akan dijadikan reverse lookup zone. Kita menggunakan kelas C
Note : Tidak perlu takut dibagian ini kita memang hanya memasukkan tiga oktat saja.


 ㉕ Kemudian kalian pilih yang Create a new file, nah pada pilihan tersebut hanya membaca melalui IP Address yang dibaca secara terbalik saja atau dibaca dari belakang, jika sudah kalian klik Next




㉖ Seperti tadi kita pilih Do not allow dynamic update agar kita bisa mengupdate secara manual. Lalu klik Next.



㉗  Kemudian muncul tampilan ringkasan dari reverse lookup zone yang ingin kita buat, jika sudah sesuai maka langsung saja klik Finish.






Setelah itu kalian buat/tambahkan Pointer pada reverse lookup zone, dengan cara klik kanan pada reverse lookup zone yang kalian sudah buat > New Pointer (PTR)...

㉘ Lalu kalian Klik Browse, cari host namenya sesuai dengan yang kita buat tadi Host tadi kita buat diatas. Lalu klik OK.

Minggu, 26 Mei 2019

Cara Menginstal / Mengkonfiguarsi DNS pada Debian9

Assalamualaikum wr wb, Temen-temen๐Ÿ˜Š

Diblog saya kali ini saya akan menjelaskan dan mengkonfigurasi DNS pada Debian dengan VirtualBox.


Konsep & Cara Kerja
   DNS (Domain Name System) adalah suatu system yang mengubah nama host (seperti linux.or.id) menjadi alamat IP (seperti 64.29.24.175) atas semua komputer yang terhubung langsung ke Internet. DNS juga dapat mengubah alamat IP menjadi nama host.
   DNS bekerja secara hirarki dan berbentuk seperti pohon (tree). Bagian atas adalah Top Level Domain (TLD) seperti COM, ORG, EDU, MIL dsb. Seperti pohon DNS mempunyai cabang-cabang yang dicari dari pangkal sampai ke ujung. Pada waktu kita mencari alamat misalnya linux.or.id pertama-tama DNS bertanya pada TLD server tentang DNS Server yang melayani domain .id misalnya dijawab ns1.id, setelah itu dia bertanya pada ns1.id tentang DNS Server yang bertanggung jawab atas .or.id misalnya ns.or.id kemudian dia bertanya pada ns.or.id tentang linux.or.id dan dijawab 64.29.24.175
   Sedangkan untuk mengubah IP menjadi nama host melibatkan domain in-addr.arpa. Seperti domain lainnya domain in-addr.arpa pun bercabang-cabang. Yang penting diingat adalah alamat IP-nya ditulis dalam urutan terbalik di bawah in-addr.arpa. Misalnya untuk alamat IP 64.29.24.275 prosesnya seperti contoh linux.or.id: cari server untuk arpa, cari server untuk in-addr.arpa, cari server untuk 64.in-addr.arpa, cari server 29.64.in-addr.arpa, cari server untuk 24.29.64.in-addr.arpa. Dan cari informasi untuk 275.24.29.64.in-addr.arpa. Pembalikan urutan angkanya memang bisa membingungkan.

Alat & Bahan
⇰ Virtual Box
⇰ OS Debian





Log in terlebih dahulu ke dalam debiannya, dan kemudian masuk ke su (super user)
Jika sudah, langkah selanjutnya adalah setting Ip address. Masukkan script :
"nano /etc/network/interfaces"
⑴ Jika sudah diatur Ip Addressnya, maka langsung saja simpan dengan klik ctrl + X kemudian klik Y [Enter]


Setelah itu, restart network nya, agar Ip Address yang sudah di setting berubah. Masukkan script :
"systemctl restart networking"⑵ Jika sudah, check Ip Address yang sudah disetting, jika sudah sama dengan apa yang di setting berarti berhasil. Masukkan script :


⑶ Setelah itu kita lakukan pengesetan pada source yang akan kita daptkan untuk mengupdate debian yang kita gunakan tersebut. Dengan cara masukkan :

Sebelum masukkan kedalam filenya dahulu dengan cara nano /etc/apt/sources.list/
Lalu masukkan source tersebut yaitu, deb http://deb.debian.org/debian/ stretch main dan deb-src http://deb.debian.org/debian/ stretch main.



> Sebelumnya install SSH nya agar bisa diremote. Masukkan script :
"apt-get install ssh"
Jika terdapat masalah "please insert the disk labeled" yang maksudnya adalah untuk memasukan iso debiannya  maka cukup masukkan CD/DVD dari iso nya saja. Jika sudah klik [Enter]
> Setelah itu, lakukan update dengan memasukkan script :
"apt-get update"
⑷ Setelah itu dapatkan update tools internet pada debian dengan memasukkan konfigurasi "apt-get install net-tools."


⑸ Lalu masukan perintah if config untuk melihat ip addressnya.


⑹ Setelah itu kita lakukan instalasi pada bind9. Dengan cara apt-get install bind9,  dan ketik Y untuk menyetujui proses penginstallannya.



⑺ Lalu, jika bind9 sudah terinstall, maka pindah direktori ke bind nya. Masukkan script :
"cd /etc/bind"


Selanjutnya jika sudah masukkan kedalam directory bind tersebut dengan cara cd /etc/bind/ dan masukkan kedalam bind tersebut untuk memasukkan local yang akan kita set sebagai zone kita. Dengan cara nano named.conf.local. Lalu masukkan konfigurasi seperti dibawah untuk melakukan pengesetan. Contoh :


zone "Debking.beb" {
type master;
file "/etc/bind/king";
};


zone "0.16.172.in-addr.arpa" {
type master;
file "/etc/bind/king2";
};


⑻ Jikalau sudah kita save konfigurasi tersebut dengan cara pencet CTRL + X lalu Y dan klik enter.



Setelah itu edit pada bagian named.conf.options. Masukkan script :
"nano named.conf.options"
⑼ Kemudian hapus garis miring pada area yang saya sudah beri tanda, dan ganti Ip Addressnya menjadi Ip Gateway dari Ip Address kamu. Jika sudah simpan.



Setelah itu, masuk dan edit di dalam file yang sudah dibuat pada zone pertama. Masukkan script :
"cp db.local king"
"nano king"
⑽ Lalu setelah itu kita lakukan pengesetan localhost agar bisa terforward seperti dibawah. Masuk dahulu kedalam menunya dengan cara nano king. Cara cepatnya adalah dengan cara CTRL+W lalu CTRL+R tulis localhost lalu enter, setelah itu masukkan domain kita tadi contoh saya Debking.beb Dan jangan lupa masukkan ip nya. pastikan pengesetan kalian sama seperti saya dibawah ini. Setelah itu CTRL+X tulis Y lalu enter.



Selanjutnya, masuk dan edit pada file yang sudah dibuat di zone kedua. Masukkan script :
"cp db.127 king2"
"nano king2"
⑾ Lalu kita masukkan kedalam file tersebut dengan cara nano king2. Cara cepatnya adalah dengan cara CTRL+W lalu CTRL+R tulis localhost lalu enter, setelah itu masukkan domain kita tadi contoh saya Debking.beb. Pada pojok ada angka 5 kalian masukkan oktat ke 4 pada ip kalian masing-masing. Saya menggunakan 111 karena tadi ip saya 172.16.0.111 dan oktat ke empat adalah 111. Setelah itu CTRL+X tulis Y lalu enter.



Lalu, masuk ke resolv.conf. Masukkan script :
"nano /etc/resolv.conf"
⑿ Kemudian masukkan domain name nya serta Ip address dan gatewaynya ke dalam resolv.conf, seperti pada gambar dibawah ini.


⒀ Setelah kita selesai melakukan semua konfigurasi kita lakukan restart pada bind kita dengan cara systemctl restart networking.


⒁ Kemudian masukan perintah "apt-get install dnsutils" untuk menginstall fitur dns untuk debian sehingga bisa mengakses dns yang sudah kita buat. Tunggu sampai proses install selesai.


⒂ Kemudian kita cek dengan cara nslookup 172.116.0.111 maka akan terlihat domain kita tersedia dengan cara memanggil ip.


⒃ Setelah itu dig debking.beb (domain saya) maka akan terlihat semua yang sudah tertera.

Cara Instalasi Debian

Assalamualaikum wr wb, Temen-temen๐Ÿ˜„

Kali ini saya akan membahas cara menginstal Debian ke tampilan core.
Debian adalah sistem operasi (SO) bebas untuk komputer Anda. Sebuah sistem operasi adalah kumpulan program-program dasar dan utilitas yang membuat komputer Anda berjalan. Debian menggunakan kernel Linux.


↬ Sebelumnya anda harus memasukan file ISOnya terlebih dahulu yaitu Debian versi.9 (sesuai kondisi), Pada menu pertama kita cukup pilih pada install untuk melakukan secara manual.


↬ Pilih bahasa yang digunakan, sesuai pilihan anda karna kita orang indonesia ya plih saja bahasa indonesia.


↬ Pilih other untuk memilih negara-negara lain dan carilah negara yang sesuai


↬ Selanjutnya kita pilih pada asia karena kita saat ini berada pada daerah asia.


↬ Disini saya memilih indonesia karna negara yang saya saat ini.


↬ Pada menu country to base default locale on setting on pilih United States saja


↬ Pada bagian keymap to use yang maksudnya perintah tombol keyboard, Pilih saja American karena sudah untuk keyboard internasional settingan umum.


↬  Tunggu proses input data wilayah selesai.


↬ Selanjutnya akan ada tulisan "Do not configure the network at this time" maksudnya kita tidak melakukan konfigurasi jaringan untuk saat ini.


↬ Masukan hostname yang akan kita gunakan, Lalu lanjutkan.


↬ Masukan password root yaitu password untuk login ke root lalu Lanjutkan.


↬ Masukkan ulang password untuk verifikasi.



↬ Masukan nama yang kalian inginkan sebagai user nantinya. Lanjutkan lalu enter.


↬ Masukkan username akun untuk pada menu debian. Selanjutnya continue atau enter saja.


↬ Masukan password untuk login user. Lanjutkan lalu enter.


↬ Masukkan password sebelumnya untuk verifikasi password yang akan digunakan. Selanjutnya lanjutkan enter saja.


↬ Pilih jangkauan waktu di daerah yang anda tempati saat ini. Lalu enter saja.


↬ Selanjutnya pilih metode untuk mempartisi hardisk, disini bisa memilih secara otomatis atau manual jika kalian ingin lebih leluasa mengatur pilih saja manual.


↬ Selanjutnya kita buat dahulu pertama untuk memulai partisi.


↬ Selanjutnya pilih yes untuk mengisi partisi nya yang kosong.


↬ Pilih partisi yang kosong untuk kalian isi. Lalu enter saja.


↬ Pilih Create a new partition. Setelah itu cukup enter saja.


↬ Masukan partisinya / jumlah penyimpanan sesuai kebutuhan anda. Lanjutkan lalu enter.


↬ Lalu pilih type partisinya, pada pemilihan partisi untuk root kita menggunakan Primary. Setelah itu cukup enter saja.


↬ Kemudian masukan lokasi untuk partisi tersebut. Pilih awal untuk menaruh lokasi di awal.


↬ Setelah Done setting up the partision, untuk setelah pengaturan. Setelah itu cukup enter saja.


↬ Selanjutnya pilih yang masih kosong lagi untuk membuat partisi swap.


↬ Pilih partisi baru untuk membuat partisi baru.


↬ Masukan kembali jumlah harddisk pada partisi baru, masukkan 2 kali lipat pada memory di virtualbox.


↬ Pada bagian jenis partisi, cukup pilih yang Logikal


↬ Setelah itu, untuk lokasi pilih awal saja.


↬ Kemudian untuk partisi yang kedua, ubah dari sistem berkas berjurnal Ext4 menjadi ruang swap.


↬ Pilih Swap area pada menu tersebut. Setelah itu cukup enter saja.


↬ Pilih selesai menyusun partisi,lalu enter.


↬ Seperti sebelumnya pilih partisi kosong terlebih dahulu.


↬ Kita buat partisi baru lagi.


↬ Lalu, masukkan ukuran yang ingin digunakan. Disini saya menggunakan 1GB untuk bagian " /boot ". Jika sudah klik Lanjutkan.



↬ Pilih saja Logical, Primary cukup pada partisi root. Setelah itu cukup enter saja.


↬  Untuk lokasi partisi yang ketiga, gunakan atau pilih yang Awal.




↬ Selanjutnya ubah mount point yang akan kita gunakan. Setelah itu cukup enter saja.


↬ Pada titik kait untuk partisi ini, pilih yang /boot
 



↬ Setelah itu, enter pada selesai menyusun partisi.


↬ Selanjutnya sama seperti sebelumnya pilih bagian ruang kosong.


↬ Masih sama seperti sebelumnya, kita membuat partisi baru lagi.


↬ Setelah itu, untuk ukuran partisi yang terakhir, masukkan ukuran dari sisa yang tersedia untuk bagian /home nya. Jika sudah klik Lanjutkan.





↬ Selanjutnya, pilih Logikal saja lalu enter.



↬ Kemudian untuk susunan partisinya, langsung klik saja Selesai menyusun partisi, karena sudah otomatis terbentuk ke /home.


↬ Setelah itu, kita selesai melakukan partisi pada hard disk jika sudah mempartisi semuanya, maka langsung saja klik Selesai mempartisi.




↬ Setelah akan keluar notice, kita pilih yes.


↬ Tunggu sesaat, Loading menyusun partisi.


↬ Lalu akan keluar notice untuk memasukkan CD atau DVD. Kita pilih tidak saja karena kita sudah menggunakan iso sebelumnya.


↬ Untuk penggunaan jaringan cermin (mirror), cukup klik Tidak.


↬ Tunggu lagi dan disini loading sedang memilih dan memasang perangkat lunak.


↬ Untuk popularity-contest atau berpartisipasi pada paket yang terupdate, cukup klik Tidak.




↬ Loading lagi sama seperti sebelumnya.


↬ Kemudian, pilih perangkat lunak yang ingin digunakan. Karena saya akan menggunakan Text bukan GUI. Jadi saya memilih web server, print server, SSH server, dan Perkakas sistem standar. Selain itu adalah untuk GUI. Jika sudah, klik Lanjutkan.




↬ Pada opsi pemasangan boot loader GRUB pada hard disk, cukup klik Ya.




↬ Pada pemasangan boot loader GRUB pada hard disk, pilih pada bagian yang bawah seperti pada gambar dibawah ini.




↬ Lading sesaat karna sedang memasang boot loader GRUB.


↬ Sudah selesai instalasi klik Lanjutkan saja.




↬ Setelah itu setelah kalian langsung bisa masuk kedalam Debian tersebut, cukup klik Enter saja pada bagian ini.

                                       


↬`Terakhir masukkan bagian pada login yaitu username yang sdah anda buat dan masukkan password yang dibuat sebelumnya, lalu enter. Sampai disini proses instalasi debian 9.6.0 ke core BERHASIL.

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Affiliate Network Reviews